“Enaknya aku kerja apa ya…”
Belakangan istriku mulai merasakan gimana hari-hari di rumah tidak ada pekerjaan selain mengurus rumah tangga. Sebelumnya dia sempat kerja di sebuah klinik gigi di Jogja, yang saat ini sudah resign karena ikut suami. Resiko menjadi seorang istri seorang yang pekerjaannya “nomaden”. Bayangkan dalam dua tahun ini sudah pindah tugas 3 kali : Surabaya enam bulan, Jayapura tujuh bulan dan Makassar baru mulai Maret kemarin.
“Kalo bikin tempat praktek mahal dan kalo sering pindah-pindah repot, mungkin ngajar kali ye, atau jualan baju, jualan makanan..hmm”
Istriku bingung sendiri. Kondisi di rumah dari pagi sampai sore bagi seorang wanita muda yang sebelumnya bekerja tentu menjadi semakin lama semakin membosankan. Suatu saat aku mengantarkannya periksa gigi di YUAI, sebuah klinik gigi yang bagus di Makassar. Di sana dia sangat keliatan kalau sudah kangen sekali dengan profesi lamanya, kangen suasana kerja dan kangen berkarya. I’m so wondering : istri saya sebaiknya saya dukung dan saya bantu untuk mendapatkan sebuah wadah untuk berkarya, untuk berkontribusi. Lalu apa ya kerjaan sampingan yang cocok untuk seorang ibu rumah tangga di Makassar?
Kalo gampang-gampangannya, pekerjaan bisa dipilah-pilah berdasarkan dua kelompok besar berdasarkan produk yang di hasilkan : barang atau jasa.
Kemungkinan kalau yang ngasilkan jasa :
- Buka praktek dokter gigi
- Ngajar di bimbel/les bahasa Inggris
Barang :
- Jualan batik/baju muslim seperti yang sudah dilakukan di jogja dulu
- Jualan makanan
- MLM??
Apa ya?
Filed under: Macanang Poenja

...punya sodara