Golep…… hemmm olahraga yang dulunya sangat tidak aku mengerti, di mana asik nya, gimana permainannya, berapa banyak setik yang dibawa di keranjang itu…dll.. Belum lagi yang main kebanyakan pria-pira necis yang (seringnya) punya perut buncit dan kaya.. Begitu saya sedikit mengenal golep, saya jadi tahu sedikit bayak..
Di Jayapura lah pertama kali saya bersentuhan dengan Golf, berawal dari diajak teman mencoba-coba driving di lapangan golf Kodam Cenderawasih. Karena hiburan yang amat jarang di Jayapura dan tarif driving yang relatif murah, 25ribu per 100 bola tanpa caddy. Yah nyoba lah.. dari nyoba dan ngobrol2 di situ jadi tahu sedikit seputar golf, stik nya, cara mukulnya, istilah2 nya… menarik.
Ternyata gak mudah main golf, untuk menghasilkan pukulan yang powerful dan akurat dibutuhkan ayunan yang benar, biar ayunan bisa benar susah, harus menyelaraskan postur tubuh, grip, putaran badan, arah pandangan mata, titik berat badan, tumpuan, poros, gerakan ikutan dll… ngaturnya itu lho, angel dan butuh kesabaran.
Awalnya, ‘penyakit’ yang aku derita yaitu terlalu cepat nengok sebelum bola kepukul, akibatnya pinggang terangkat dan posisi sudah berubah, ujung stik gak pas lagi ke bola, tapi terlalu ke atas, alias “top”. Bola gak bisa melaju ke atas, cuma ngglinding ke rumput dan suaranya gak enak di dengar..”klethek”.. huh.
Kadang kalau pas ayunan benar, bisa mukul dengan baik dan bola melambung tinggi, dan arahnya lurus, dan rasanya sangat menyenangkan. Mungkin di sini lah salah satu dari kenikmatan main golep. Jadi semangat untuk meningkatkan kualitas swing biar dapat pukulan yang mantap.
Rasanya, aku mulai suka dengan Golf.
Golf dan Pengendalian Diri
Kata orang, main golf itu sama saja melawan diri sendiri dan melatih kesabaran. Kalau pas main kita emasi, maka secara tidak disadari akan berpengaruh pada otot2 yang berperan dalam swing, sehingga tidak dapat melakukan swing dan aiming secara maksimal… jadi musti penuh kesabaran dan perhitungan.
Bagi saya yang pemula dalam dunia kerja dan golf, pengendalian diri dalam golf punya konteks yang lain :
- Mengendalikan diri untuk sejarang mungkin tidak terlalu sering driving
- Mengendalikan diri untuk sejarang mungkin tidak terlalu sering turun di green
- Mengendalikan diri untuk buru2 beli stik golf yang jenisnya buanyak : iron, driver/wood, pitch dan wedges, dan perlengkapan lainnya yang juga buanyak : bag, gloves, topi, sepatu, bola dllsb..
- Mengendalikan diri untuk gak langganan majalan golf
Karna ujung2 nya adalah anggaran, hehehe….klasik..

Tapi memang golf memang mengasyikkan, jalan2 di green nya, melihat rumput hijau membentang, pohon2 seagar di sekitar green, kolam yang ditumbuhi rumput2, rough nya, sand nya, naik turunnya lapangan yang memeras keringat, dan kalo di Kodam Cenderawasih kadang ada elang terbang tinggi di atas lapangan..sip lah.. pokoke iso ngatur dan mengendalikan diri, hehe..
Eniwey busway EY, I’ts nice to know Golf.
Filed under: Macanang Poenja
Halo Nang, dah bisa berapa yard nih
masih belajar mas Anjar…. dan belajarnya masih jarang2 juga.. masih di bawah 100 yard lah, huehue…
udah coba2 golf juga kah?