EntAlphY

Icon

sebuah rekreasi dari timur jauh

Masak

Masak sebenernya gak susah, yang susah adalah memulai masak nya… Niyat musti kuwat (dan perut musti lapar).

Kalo aku, karena bujang lokal di pedalaman papua ya “terpaksa” harus meng-kuwatkan niyat buat masak (iya, masak beneran seperti ibu-ibu dan mbak-mbak dirumah tangga itu), kalo gak mau masak ya bisa kelaperan atau anggaran bulanan untuk maem jadi mbengkak. Tapi lama kelamaan kegiatan masak jadi rutinitas yang menyenangkan karena ada kepuasan sendiri, bisa sambil ngisi waktu dan….kenyang.

Masakan yang sering aku bikin nggak jauh2 dari tumis-menumis, karena itu yang paling mudah. Dan belakangan nambah menu masakan jadi rebus2 sayur + sambel pecel, karena ini lebih mudah lagi dari tumis-menumis, dan tentu lebih cepat dan lebih sehat.

Step-by-step menumis gak susah sih, kira2 begini :

  • Siapkan bahan masak (sayur yang mau di tumis) dan bumbu-bumbunya, cuci sampai bersih.
  • Potong-potong sesuai keinginan, dan iris2 bumbunya yang biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih dan cabe (warning : kadang mata sampe berair dan baunya nyegrak di hidung bisa bikin bersin)
  • Panaskan penggorengan (warning : jangan sampe kepanasan dan minyaknya habis..)
  • Masukkan minyak goreng sedikit (satu sendok makan gak ada)
  • Masukkan bumbu2 yang udah diiris di penggorengan, tumis sampai baunya harum (warning : jangan sampe gosong lhoo…tar jadi pahit)
  • Masukkan sayur ke tumisan, tuangkan air masak… aduk2
  • Biarkan beberapa saat dan masukkan bumbu penguat rasa yang lain, garem (secukupnya, pakai insting..), gula jawa (dikit), lengkuas (dikit aja), penyedap rasa (dikit, kalo bisa gak usah), dan kecap (Sesuai selera).
  • Tutup penggorengan biar para sayur yang berada dalam alat masak jadi empuk puk puk (tingkat keempukan sesuai selera)
  • Cek dan monitor rasa masakan kita dengan mengambil kuah dengan sendok makan, dan cicipi (warning : tiup dulu, jangan sampe bibir dower kena kuah panas)
  • Perbaiki rasa kalo masih ada yang mengganjal ato rasanya aneh (warning :ini bagian yang susah, tapi dengan pengalaman bisa tahu kalo kasinen ditambahin apa, kalo kemanisan tambah apa). Sampai mencapai rasa yang menurut anda paling enak..dan paling gak aneh..
  • Sebelum kuah terlalu kering, matikan kompor, angkat masakan dan taruh di mangkok/piring dan siap saji (tentu saja kalo step sebelumnya udah OK)

Biasanya kalo sudah melakukan step-step yang buanyak itu, perut jadi laper dan maskan jadi lebih uenaaakk….

Selamat mencoba..!!

Filed under: Macanang Poenja , , , ,

Among The Highest

Puncak Jaya
Waktu itu sang Pilot sangat berbaik hati memberikan pengumuman dari kokpit kepada penumpang dalam perjalanan dari Timika menuju Jayapura. “Dear passenger, in our left side is the highest mountain in papua island… Punjak Jaya..”. Aku yang masih mencoba mengais-ngais sisa ngantuk subuh tadi dan ngantuk sisa perjalanan dari Makassar tengah malam tadi. Aku jadi terbangun, langsung reflek tengok kiri, berkata dalam hati “wow, subhanalloh”, ambil kamera dan jepret. Sayang udara subuh belum begitu terang, gambarnya jadi gak begitu jelas, tapi kalau dilihat dengan mata memang menakjubkan. Sempat terbayang juga gunung tembaga yang terkenal itu, dan mencari di manakah letak gunung itu..

Merapi dan Merbabu
Dari namanya, aku sempat berspekulasi kalau dulu embah-embah kita menamakan merapi karena banyak mengeluarkan api kalau merbabu karena banyak mengeluarkan abu.

Waktu itu baru take off dari Adi Sucipto ikut arus balik setelah lebaran, muter ke timur dan sebelah kiri membentang lereng merapi dan di sebelah utaranya menjulang merapi dan utaranya lagi merbabu. Baru pertama kali aku melihat merbabu dan merapi dari atas, aku mengira-ngira dimana kosanku dulu dan jalan kaliurang yang terus menanjak sampai ke lereng merapi

Semeru
Pas perjalanan dari Denpasar ke Jakarta juga papasan sama gunung tertinggi di Jawa ini, wah gagahe rek…

….

Gunung yang menjulang tinggi memberikan perasaan kecil di hadapan Sang Pencipta sekaligus perasaan besar hati, karena kebesarannNya. Dengan melihat gunung tinggi menjulang itu di pagi subuh saat mentari mulai nongol, seorang kekasih yang hati kecilnya menangis karena berpisah jarak dengan kekasihnya pun bisa adem dan tabah, bahawa segala kesulitan pasti ada kemudahannya..

“verily, in every difficulty there is relief..”

Filed under: Macanang Poenja

Krisis Finansial, Siapa yang Untung?

“Bank Sentral Inggris memperkirakan kerugian bagi bank-bank dan investor di seluruh dunia akibat krisis keuangan saat ini mungkin bisa mencapai 2,8 triliun dollar, dua kali lipat dari perkiraan sebelumnya”, BBC News.

Kalau pada rugi, siapa yang untung ya? *ha ha, pertanyaan yang aneh…*

Filed under: Tak Berkategori , ,

Menunggu Maryamah Karpov

Si Maryamah kok gak muncul-muncul… Kemana gerangan?

Setelah katam “Laskar Pelangi”, “Sang Pemimpi”, dan “Edensor”, rasanya jadi ketagihan dan penasaran buat baca kelanjutan kisah Si Ikal dalam “Maryamah Karpov”, dan salah satu pertanyaan yaitu apakah si Ikal akan bertemu dengan A Ling, in the end??

Sempat aku cari2 di Gramedia Jayapura gak ada, aku pikir blom nyampe Jayapura, tapi dari sebuah kasak kusuk di sebuah forum, disebutkan kalo novel Maryamah Karpov sendiri sudah diselesaikan oleh mas Andrea, cuman penerbitnya yang masih menunda nunda penerbitannya, entah kenapa..

Ayolah, terbitkan Maryamah Karpov-nya..

Filed under: Macanang Poenja , , , ,

Mimpi ke Luar Negeri

Saya pengen ke luar negeri mulai dari akhir2 SMA. Waktu itu dimulai dari adanya beberapa teman yang dikirimkan ke luar negeri untuk mengikuti olimpiade fisika yang tergabung dalam TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia), dan pada masa-masa kelulusan banyak yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Ada yang ke Nanyang, NUS, Wesleyan dll..

Rata-rata yang dapat beasiswa memang anak yang pinter (ya iya dong lah..), jadi kalo melihat kemampuan diri yang pas-pasan dalam dunia akademis ya bisa maklum. Impian ke luar negeri sementara terpendam, waktu sudah masuk ke UGM.

Waktu menjelang lulus UGM, keinginan ke luar negeri kembali menggebu-gebu. Hampir setiap browsing aku slalu sambul nyari info beasiswa S2 ke luar negeri. Kebanyakan yang aku cari beasiswa ke Jepang, seperti Monkugakusho (kalo gak salah), atau MEXT, Mitsui-Bussan dll..

Persyaratan memang lumayan rumit. Pertama formulir dan persyaratan administrasi yang buanyak, dan harus mendapatkan profersor di Jepang dulu. Nah gimana cara mendapatkan profesornya ya harus kenalan dulu, mungkin via email, dan harus bisa meyakinkan sang profesor supaya dapat diterima sebagai mahasiswanya. Biasanya dengan mengirimkan motovation statement, atau semacam rencana penelitian. Kalau punya tema penelitian yang brilian ya tambah bisa meyakinkan sang profesor.

Balik-balik lagi ke IP dan niat. IP ku memang pas-pasan, dan aku nggak punya ide penelitian apa-pun (walaupun waktu itu aku sangat tertarik dalam bidang proses), sambil-lalu, sambil lamar pekerjaan di sana sini akhirnya aku dapat pekerjaan di Jakarta. Dan sekali lagi impian ke luar negeri terpendam..

Barusan, habis membaca “Edensor” nya Andrea Hirata, kembali keinginan itu muncul lagi. Dan karena sudah berkeluarga, saya malah bermimpi ngajak istri menemani ke luar negeri, sapa tahu bisa sambil kerja juga. Apalagi perusahaan mengijinkan karyawannya untuk cuti 1,5 tahun untuk sekolah (tapi gak dapat gaji bulanan). Mengenai tujuan sekolah impiannya sih Eropa, tapi kalau gak bisa ya Singapur atau Ostrali juga OK.. 

Wah aku juga heran kenapa kok sampai sekarang masih ada impian untuk pergi ke luar negeri, entah bagaimana caranya, mungkin dengan sekolah, mungkin dengan dikirim perusahaan, mungkin dapat undian apa gitu, mungkin biaya sendiri…

Ya minimal akan selalu ada impian ke luar negeri bersama keluarga, naik Haji!

Filed under: Macanang Poenja , ,

...seberapa lecek

  • 65,666 kali lebih lecek

 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

…lokasi sodara

Did you know…

Visit Yogyakarta / Jogja

…gak dijual


This website is worth
What is your website worth?