Dalam perjalan dari Pabrik Semen Gresik (yang di Tuban), saya ngobrol dengan seorang pengusaha yang udah cukup lama berkecimpung dalam dunia pelumas, cerita jadi menarik setelah dia mejawab pertanyaan saya tentang awal mula dia berkarir di dunia pelumas secara panjang lebar.
Dulunya dia nekat ngirim pelumas cuma satu dua drum dari Surabaya ke Tuban, mungkin kalo diitung cost profitnya gak nyucuk. Bahkan pernah kena tilang di jalan juga, hehe. Maklum yang dipakai kebanyakan masih pelumas dari perusahaan lain.
Potensi
Waktu itu project Semen Gresik Tuban baru fase constructions, si Bapak memang mengalami banyak kerugian kalo diliat dari sisi finansial, dengan hanysa satu dua drum per bulan dengan jarak tempuh sekitar 3 jam dari surabaya rasanya gak sebanding, tapi dari sisi lain ada beberapa keuntungan :
- Network, sedikit banyak si bapak sudah berhubungan sama orang2 SG.
- Prestise, dengan berhasilnya dia masuk ke SG dia bisa menjual prestise ke industri2 lain konsumen dan calon konsumen dia, dia besa cerita kalau barangnya sudah ‘diakui’ oleh SG, kenapa kamu tidak?
- Si bapak tahu ada potensi ke depan kalau ke depan saat project suda selesai dan sudah mulai beroperasi tentunya akan semakin banyak diperlukan pelumas untuk operasionalnya, singkatnya si bapak tau kalo ada potensi.
Harapan
Harapan yang besar mungkin jadi salah satu motivasi si bapak, bisa saja si bapak tahu ada potensi tapi dia gak punya harapan, bisa juga dia banyak berharap tapi gak tau kalo ada potensi. Yang jelas harapan yang besar dengan background pengetahuan potensi ke depan yang besar telah menggerakkan si bapak untuk action dan berusaha.
Wahh, bicara potensi dan harapan kok jadi inget kalo di agama juga akhirat dengan potensi-potensinya dan harapan manusia untuk meraihnya. Tapi kadang mungkin ada yang justeru belum tahu potensi2 akhirat dan ada juga yang tidak punya usaha untuk mencapai harapan….
Chayo!
Filed under: Tak Berkategori , Life, On The Job

...punya sodara