Sebelumnya saya beranggapan bahwa rumah adalah sebuah investasi jangka panjang, dengan nilai yang semakin meningkat. Mungkin yang pertama ada benarnya, namun penyataan yang kedua mungkin perlu dipertanyakan lagi.
Ada sebuah berita yang saya kutip dari Jawa Pos tanggal 15 April 2008, betapa orang Amerika pun pontang-panting bayar cicilan rumah, dan orang tidak tertarik lagi beli rumah karena harga rumah makin lama justeru makin turun,.. (lha saya jadi teringat turun nya harga properti daerah korban lumpur lapindo, walaupun beda kasus dengan yang ini). Berikut beritanya,..
Di tengah ancaman resesi ekonomi akibat krisis subprime mortgage, makin banyak warga AS yang tidak berminat membeli rumah dalam waktu dekat. Ini sinyal terbaru meningkatnya pesimisme terhadap krisis perumahan di negara adidaya tersebut.
Berdasar jajak pendapat yang diadakan Associated Press-AOL Money & Finance, lebih dari seperempat (25 persen) pemilik rumah waswas aset mereka akan kehilangan atau turun nilainya dalam dua tahun ke depan. Lalu, satu dari tujuh pembeli rumah secara kredit khawatir tidak akan mampu membayar cicilan bulan selama enam bulan ke depan.
“Ini memang saat tepat untuk membeli rumah, tapi jelas bukan waktu yang pas untuk menjual,” ujar Robert Jackson, yang tinggal di rumah dengan dua kamar tidur di Ferguson, Missouri, bersama istri dan empat anaknya yang masih kecil.
Dia mengaku ingin memiliki rumah lebih besar. Tapi, dia tidak akan membeli dalam waktu dekat. Alasannya, meski dia mendapat pembeli rumahnya, harganya mungkin turun atau ribuan dolar AS lebih rendah ketimbang saat dia membeli dua tahun lalu. “Kami harus bersabar sampai pasar mulai membaik lagi,” lanjut pria 30 tahun itu.
Pendapat Jackson juga diamini warga AS lainnya. Sebanyak 60 persen koresponden menegaskan tidak akan membeli rumah hingga dua tahun mendatang. Angka ini naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 53 persen. Di sisi lain, mereka yang ingin membeli rumah baru dalam waktu dekat hanya 11 persen atau turun dibandingkan sebelumnya sebesar 15 persen.
Kondisi ini terjadi karena masyarakat percaya bahwa harga rumah akan terus turun. Fenomena lain yang juga terjadi adalah naiknya harga properti di daerah yang semula tidak prospektif atau potensial.
“Keadaan mulai gila,” keluh Laurie Jensen, ibu tiga anak. Saat ini dia dibelit masalah pembayaran cicilan rumahnya di Whitehall, Montana. Karena itu, dia mempertimbangkan untuk pindah keluar kota. Sayang, tempat tinggalnya kini kian populer. Harga rumah dan tanah di sana pun meroket. “Tempat yang dulu saya pikir tak bagus sekarang harganya tinggi,” katanya.
Gus Faucher, direktur makroekonomi Moody’s Economy.com, memperkirakan saat ini sekitar 9 juta pemilik rumah kesulitan membayar cicilan utang. Ini diperkirakan terus meningkat. Dia percaya penurunan angka penjualan rumah berlanjut dengan penurunan harga rumah hingga awal tahun depan.
Ada pula pemilik rumah yang mesti menyesuaikan jumlah cicilan utang. Awalnya, mereka kena bunga KPR rendah. Seiring dengan kondisi saat ini, suku bunga menyesuaikan pasar atau mengalami lonjakan. Pemilik rumah terpaksa melakukan refinancing atau kehilangan aset mereka.
Beberapa orang terpaksa menjual rumah mereka. Daniel Gallego, penjaga gudang di kota Stockton, California, kemungkinan menjual rumahnya meski rugi besar. Pasalnya, lonjakan harga BBM dan beban biaya lain, ditambah dengan kenaikan cicilan KPR, membuat dia memutuskan menjual rumahnya. Tapi, dia yakin harga rumah akan pulih.
“Kami mungkin harus pindah ke rumah orang tua saya atau orang tua istri,” ujar bapak dua anak itu. “(Dari penjualan rumah) kami bisa bayar sebagian utang, menyewa rumah, dan bahkan bisa membeli rumah lagi beberapa tahun ke depan.”
Filed under: Tak Berkategori , Rumah
tapi kalo di sini terus naek Nang….Gak Percaya….?! Aku udah diultimatum ama pengembang kalo nanti tanggal 20 April harga-harga bahan bangunan akan naek hingga harga kreditan rumah ikuan naek….padahal tanggal 1 April kemaren harga tanahnya sudah naek dari 400 rebu per meter jadi 600 meter…..!! Gaswatt….!!
wah gitu ya mas, daerah jogja yang mana yak?
nunggu 2009 – 2010, yakin ajrut ajrutan tuh harga tanah. btw, ada teman komen setelah baca artikel ini, kalau gitu, cocok kalau kita beli rumah di … amrik …. sekarang ini …