Dulu saya punya rekan kerja seorang engineering drafter (tukang gambar teknik), tiap hari kerjanya bergelut dengan software drawing semacam AutoCAD, Microstations, atau yang lebih canggih lagi PDS (plant design system), software gambar yang sekaligus bisa menampilkan data spesifikasi setiap item di gambar, yang biasanya dipakai untuk merancang pabrik.
Load kerjaan sangat fluktuatif, kadang sangat sibuk, kadang sangat nganggur. Dan karena fungsinya sebagai support, memang secara gengsi dan salary masih di bawah engineer (tapi nggak semua).
Pernah suatu saat saya mendapati teman saya menggambar sebuah rumah dengan software engineering drawing tadi. Nggak mewah tapi cukup bagus. Detil tiap bagian-bagiannya rapi dan proporsional. Saya lihat sudah hampir selesai dan sepertinya membutuhkan ketelatenan yang tinggi.
Mungkin selain kerja dan begelut dengan rutinitas tiap hari, kita juga seharusnya juga punya sebuah mimpi..
Filed under: Tak Berkategori , Nggak Penting
Mana contoh gambarnya? x aja bisa ditiru…
kirain mas anang dah dapet isri dan mo bikin rumah impian diantara jombang dan nganjuk
btw piye kabare cak.. suwi ra mrene
@indra
wah nggak ada mas, dah jadul..
@almas
amiiiiiiiiiiiiin….
kabar apik, aku juga jarang ke tempatmu (dan ke mana2 juga nih..)
saiia juga lagi buat rumah,, temen2 kantor bikin rumah seragam,, herannya,, pada seneng ngutak-atik design dalem rumahnya!!
uhhh,, padahal waktu itu sudah dirancang sama ahlinya lohhh,,
ini kreatif apa sok pinter ya??
waah mimpi emang perlu Mas, kalo ngga nanti kita malas bergerak…
sotoy mode: ON
@raddtuww
mungkin kalo pake design sendiri lebih puasss..
@chic
yoi, berarti harus tidur yang cukup biar mimpi kan..