Marketing memang ilmu yang baru bagi saya. Pekerjaan pula lah yang ‘memaksa’ saya untuk mempelajari ilmu baru ini. Memang agak susah, jika seorang engineer yang begelimang azas2 keteknikan (istilah baru nih, hehe) harus belajar ilmu yang agak aneh ini.
Seseorang bijak pernah berkata pada saya, kuncinya : adaptasi.
Dari mana belajar marketing?
Belajar saya mostly dari diskusi dengan teman sekantor, kerjaan sehari2, baca buku (masih dikiit), ngebayang2 in sendiri (wah gawat nih..).
Memang gak mudah belajar marketing, dan mungkin jam terbang juga sangat berpengaruh. Yang jelas, bagi seorang engineer yang biasanya berkecimpung dengan dunia engineering, marketing dan engineering mungkin bukan cuma antara bumi-langit, mungkin sudah beda galaksi..!
[ah hiperbolis kok,..hehe]
Ada yang mau ngajarin saya marketing?
Wah, selamat pak…itu artinya sudah setahap ke arah “boss”
Silakan lihat artikelnya disini
he he he sapa bilang ngga nyambung pak….bapak sudah menguasai pengenalan produk nya dengan baik…..trus tinggal temuin banyak orang…..ntar nyambung sendiri
find your style….
ikutan milis marketing-club@yahoogroups.com nang, biar tambah monver infonya …
Karena memang tidak mudah, teman saya di kantor yang dulu (dia juga orang teknis yang diarahkan menjadi marketing) sering memplesetkan lagu Penasarnnya Rhoma Irama: “Sungguh mati aku jadi PEMASARAAANN….sampai mati pun akan kuperjuangkan,”
Jadi terkekeh- kekeh.
@khalidmustafa
waks gitu ya..
@gedek
nice point pak.. trims
@papabonbon
hm,,. blm smpat daftar bang..
@indra kh
sama, temen2 satu angkatan malah pernah jadi lagu kebangsaan..
@layya
awas perutnya kram mbak..