EntAlphY

Icon

sebuah rekreasi dari timur jauh

Product Reviewer, Bisakah Dipercaya?

Bagi orang yang pengen beli barang, pasti ingin punya informasi sebanyak-banyaknya tentang spesifikasi dan pengalaman pemakaian dari orang lain yang sudah pernah memakainya, ben ra keblondrok, tetangga di kampung saya bilang.

Kalo tidak bisa melihat langsung barang dan mencoba2 barang yang akan dibeli itu biasanya akan tanya2 ke orang2 di sekitarnya, kalo belum pernah ada yang pakai juga ya cari info di internet atau majalah. Dan memang banyak forum2 atau situs2 yang khusus me-review suatu produk, misal yang banyak saya lihat adalah produk2 seperti HP atau kamera digital.

Banyak banget produk yang direview oleh sebuah product reviewer, kadang jadi tanda tanya dari mana mereka dapat  produk2nya, beli sendiri atau “dikasih” oleh sponsor, dengan merek produk tertentu. Ya mungkin sponsorship sih gak apa2, tapi gimana kalo sambil titip pesan sponsorsip yang bikin si product reviewer gak obyektif. Bisa jadi banyak orang bisa jadi tertipu dengan review yang dikeluarkan oleh product reviewer itu.

Jadi tetap dibutuhkan kejelian dalam melihat sebuah review. Reviewer yang baik biasanya menyebutkan dengan rinci kondisi pengetesan yang dia lakukan dan memberikan pernyataan bahwa kesimpulan/rekomendasi sebuah produk adalah opini dari si reviewer itu..

..dan keputusan akhir tetap di tangan pembeli. Jo sampe gelo di kemudian hari.

Emang mau beli apa sih?

Filed under: Tak Berkategori ,

5 Responses

  1. alfaroby mengatakan:

    emang benar sih…. reviewer tuh penting.. akan tetapi yang gak kalahpentinya juga kita mesti tahu sendiri barang yang akan kita beli… syukur syukur kalau ada barang yang telah “dibuka” dan kita bisa mencobanya… kalau gak ada ya itu resiko.. barang yang udah dibeli/dibuka tidak dapat dikembalikan lagi…
    atau bisa juga kita mendengar pendapat orang yang “ahli” pada bidang tersebut…
    emang mau beli apaan sih… jadi penasaran nih

  2. papabonbon mengatakan:

    yup,review itu memang tergantung selera juga sih …

  3. papabonbon mengatakan:

    btw, kalau efeknya dikaitkan antara word of mouth dgn insentif aktivitas pemasaran pada si wom, maka efeknya bisa menggenjot sales lho.

    http://sumarketer.blogspot.com/2005/11/word-of-mouth-2-bike-friday.html

  4. indra1082 mengatakan:

    Takutnya malah barang palsu…

  5. macanang mengatakan:

    @alfaroby,
    beli apa ya mas.. pengen sih banyak, tapi ehm..

    @papabonbon,
    yoi, seperti tipping point nya Gladwell..

    @indra1082
    jangan sampe mas..

Leave a Reply