EntAlphY

Icon

sebuah rekreasi dari timur jauh

Toko Buku Gunung Agung (TOGA)

Walaupun bentuk fisiknya nggak begitu jauh dari Gramedia, tapi kok rasanya laen pas masuk toko buku ini. Lebih sepi bila dibandingkan dengan Gramed.

Mungkin karena posisioning kebanyakan orang2, kalo beli buku ya di Gramed. Padahal dari sejarahnya, Gunung Agung sudah berdiri sejak 1953.

Beberapa hari yang lalu tanpa terencana saya masuk Gunung Agung, sepi. Kesan pertama lampunya kurang terang dibanding Gramedia. Penataan buku dan pernak pernik promosi juga nggak sebanyak dan se-wah Gramedia.

Di dalam toko saya lihat2 koleksi bukunya, nggak jauh beda dengan Gramed. Tapi yang saya jadi senang pas lihat koleksi fiksi Indonesia, ternyata tumpukan “Rahasia Meede” masih ada. Sebelumnya saya lihat di Gramed sudah ludes.

Jadi berandai-andai, misalnya jadi pemilik Gunung Agung, wot sut ai do.. Gimana biar bisa bersaing dengan Gramed

  • Toko GA ada di mal, aku bikin tampilannya lebih bagus, tata lampu, setingan tema, banner2 promosi dsb, biar orang jadi aware kalo ada perubahan di toko GA. Minimal orang mau ngelirik dan masuk toko.
  • Deferensiasi layanan.
    • Kalau saya lihat di wibsite nya, belum ada pemesanan lewat internet. Tapi sebelum itu harus menciptakan awareness ke masyarakat untuk tertarik nge-klik web nya. Web dibikin lebih menarik, jadi nggak cuma jualan buku ini harganya ini, tapi jualan kenikmatan baca buku. Gimana caranya? pikir belakangan, hehe..
    • Membuka cabang di daerah2/kota kecil, toko bukunya juga kecil, mungkin bisa diberi nama “TOGA Bookmart”, dikelola secara franchise dengan standar produk dan layanan yang bagus seperti Indomaret atau Alfamaret. Supanya nggak mematikan pengusaha buku di daerah, justeru GA bisa bekerjasama dengan menawarkan franchise kepada mereka. Cabang bisa juga dilebarkan ke universitas2, pondok pesantren, dan mungkin gedung perkantoran..
    • Kerjasama dengan tempat2 nongkrong yang asik, koyo tho.. excelso, starbuck, kape2, warung2, kasih “TOGA Corner” di situ, kasih beberapa buku aja, dengan tempat yang nyamann biarkan orang merasakan kenikmatan baca buku
    • Etc2..

Yang intinya menurutku “deferensiasi”, toko buku harus berkembang lebih dari sekedar jualan buku, tapi menawarkan kenikmatan membaca buku dan kenikmatan untuk berbagi kenikmatan membaca buku dengan orang lain.

[nggak bermaksud promosi dan lain2, just sekedar opini dan pembelajaran]

Filed under: Tak Berkategori , ,

8 Responses

  1. morishige mengatakan:

    vertamax dulu, ah….
    promosinya aja kali tuh yang kurang mantep.
    akibatnya tokonya sepi pengunjung.
    :-D

    Kerjasama dengan tempat2 nongkrong yang asik, koyo tho.. excelso, starbuck, kape2, warung2, kasih “TOGA Corner” di situ, kasih beberapa buku aja, dengan tempat yang nyamann biarkan orang merasakan kenikmatan baca buku

    ide yang bagus, bro. kalo orang2 udah seneng nongkrong di situ, lama kelamaan tokonya akan makin rame..
    btw, salam kenal
    :-D

  2. nieznaniez mengatakan:

    1 hal yang aku tau dari Gunung Agung:
    harganya lebih mahal dari Gramed !!

    Moso aku beli komik conan harganya bisa sampe 12.500 ?!! Padahal normalnya di Gramed cuma 11.000 !!! huhh…

  3. imiL mengatakan:

    sejenak mengingat masa2 SMP,saat jongkok di Gramed sambil mbaca (bukan beli) komik2 keluaran terbaru!

    gimana kalo biar rame dibikin kebijakan baru:
    tiap pengunjung boleh mbaca di tempat (asal g bikin lusuh)

    pasti tokonya rame!

    *iya sih rame, tp bangkrut! dasar du’ul!*

  4. benbego mengatakan:

    harusnya bukunya lebih murah..pasti deh pada pindah. Cuma masalahnya banyak juga buku terbitan gramedia.. mau ngga mau, ada monopoli dikit lah!

  5. benbego mengatakan:

    Mas, sekalian. back linknya udah ta pasang. tengkiu! :D

  6. medi wahyu mengatakan:

    waktu masih di surabaya..
    salah satu toko buku yang sering kusambangi adalah gunung agung delta plasa..
    soalnya banyak buku yang dibuka segelnya and ada tempat duduknya.

    wes pernah ?

  7. Anonymous mengatakan:

    kalo boleh minta info untuk usaha Franchise TOGA, saya harus contact nya kemana ya ???
    mohon petunjuknya ke email hafez.muthariffa.sufirman@gmail.com

    terimakasih sebelumnya

  8. bowi mengatakan:

    aq pernah beli printer hp deskjet f2276 di gunung agung delta…trus aq mo memodif tu printer…gmana…no berpa yang bisa aq hub…ni emailku bowi_caem@yahoo.com..segera…ya…

Leave a Reply