Kalo mengingat hujan, hati rumput kering (ya sebutlah rumput kering ini si Ruker) serasa diiris (huehe, ana2 bae, tapi mungkin rumput juga punya hati).
Pengalaman pertama si Ruker tentang hujan begitu menakjubkan. Titik demi titik air yang suejuk anugerah dari langit yang membasahi tubuhnya membuatnya tumbuh menghijau di lapangan tandus bekas reruntuhan pabrik di seberang sungai Jagir.
Waktu itu si Ruker baru tumbuh, pengalaman pertama hidup di dunia ternyata begitu indah. Hari-hari bersama hujan asik banget. Bersama hujan itu pula dia tumbuh menjadi Ruker remaja yang tampan, kemudian dewasa, berkembang dan tentu saja ijo royo-royo.
Tapi Nggak taunya, beberapa bulan kemudian, hujan mulai jarang turun, dan tanah mulai kering. Kegembiraan yang biasa dilaluinya bersama hujan, potensial bakal hilang.. Ruker sangat terpukul dan kecewa, Ruker patah hati dengan kondisi ini. Sampai suatu saat hujan berhenti, Ruker merasa ini akhir dari segalanya, Ruker kalo bisa mau bunuh diri aja (tapi lha gimana caranya..).
Berbulan-bulan, badan Ruker makin kering, tanah sekelilingnya tandus, masih beruntung si Ruker nggak terinjak kaki beberapa pegawai magang di kantor sebelah lapangan yang pagi sore, dengan nakalnya, lewat jalan pintas nerobos pager kawat, nyebrang lapangan dan lompat pager..
Mungkin sekarang sudah bulan ke 6 lebih, di tengah keputus-asaan, dia menengadah ke langit. Langit berwarna gelap, mendung berarak. Serentak nostalgia hujan si Ruker bangkit, mungkinkah ada hujan yang kedua kalinya dalam hidupnya..
Dan ternyata memang hujan dan kemarau datang bergiliran, dan memang begitulah..
*panase suroboyo rek, kapan ki leh udan…..*
*sambil kipas2*
Filed under: Tak Berkategori , Imajinasi, Nggak Penting
ruker??? ganteng banget
wakakkakaka
surabaya ancen panas pol rek
ga ruker tok.. rumput semok pun kering
@almascatie,
rumput semok emang di mana sih tumbuhnya?
ini cerpen yah mas??! *bingung mode on*
maklum dt barusan aja ujian td di kampus..
jd gak ngeh ini post ttg apa?!! he5x..
ada jg istilah baru>> Ruker??!!
slma ini paling cm prnh dgr>> Raker..
@deethalsya,
waaah, kecewa aku, cerpen ini udah aku bikin dengan segala kemampuan menulisku yang ada… huff.. ya memang mbingungin sih, hehe
intinya penulis pengen hujan, soalnya sby puanas jhe..
kalo Roker?