Pas ke Madiun kemarin sempat bingung mau ngajak teman makan malam di mana. Ya bingung, wong makan aja kok bingung.. mungkin terpengaruh kulinerisme, hehe. Ya nggak ada salahnya kan nyari yang khas, kan jarang2.
Tanya sana sini, akhirnya ada yang menyarankan makan di warung sate Jalan Pahlawan Madiun. Dekat perempatan bangjo. Dari hotel Merdeka kira-kira ke selatan sekilo. Namanya apa aku lupa.
Kesan pertama = rame.. hanya ada tiga meja, dan pas itu penuh semua, dan terpaksa harus nginden. Kami jadi senang, walaupun nunggu pasti satenya enak, karena ruame poll.
Tapi aku jadi ada pikiran iseng, mungkin ada juga pedagang yang menyediakan tempat duduk memang disengaja terbatas, supaya keliatan rame, apalagi kalo memang satenya sendiri sudah enak. Tuambah ruame, orang banyak yang berpikiran kalo warung yang rame warung yang enak.. Tapi nggak tau apa ada yang pakai setrategi seperti itu.
Kami berempat pesan 40 tusuk sate, satu tongseng dan satu gule. Minum aku pikih es teh. Menu yang sangat berlemak nan enak. Tapi mengingat tujuan selanjutnya adalah Telaga Sarangan, jadi mungkin nggak apa2 lah. Bisa ngusir dinginnya telaga itu di malam hari.
Rasanya, gimana rasanya?
Uenak, hmm, mak comblang deh pokoknya, sip, te ope. Ukuran dagingnya yang agak besar, panggangan yang pas, bumbu kacang yang gurih, pas. Tongseng dan gulenya juga nikmat, dengan perpaduan sambel yang pas bisa bikin muka penuh keringat, keenakan,.. (sori Pak Bondan, bukan bermaksud..)
Jadi kali ini memang terbukti, warung rame menunjukkan enak.
Harga juga nggak mahal, coba bandingkan dengan Surabaya. Dengan menu meriah seperti di atas cuma habis 60 ribu. Dan empat orang yang kenyang melangkah keluar warung dengan sumringah.
Filed under: Tak Berkategori , Jalan-jalan

...punya sodara