Nggak biasanya aku kangen sama anak tetangga. Waktu pulang kemarin aku sengaja untuk berusaha menemui si dia, anak bungsu tetangga depan rumah.
Anaknya lucu, tapi kadang cuek sama aku, beraninya kalo ada ortunya aja.. Soalnya pernah aku godain sampe nangis.
Minggu pagi aku sengaja mengamati gerak-geriknya, sambil pura2 nyapu halaman. Biasanya dia nongkrong depan rumah sama bapaknya, kalo nggak sama ibunya. Lama ditunggu akhirnya keluar juga si lucu.
Dia digendong bapaknya, hmmm, tunggu ya.. aku menghampirinya.
Dia lihat aku, sama bapakya suruh ‘da da’, yes dia mau, berarti ada perkembangan relationship antara aku dengannya.
Sama bapaknya diajari salaman sama aku, yes dia mau, perkembangan yang menggembirakan. Demi menjaga tambah eratnya silaturahmi aku coba gendong dia.. weiiits dia meronta.. apalagi dicium, wah tambah ‘emoh’.. padahal tampangku nggak sangar..
Akhirnya aku berhasil mencuri cium, kena tiga kali, habis itu mukaku dapat hadiah beberapa pukulan dan tendangan beberapa kali.. nggak apa2, sudah puas.
# Buat Anug, yang makin chubby, semoga kelak menjadi anak yang pinter dan sholeh seperti harapan kedua ortunya, paklik buliknya, eyangnya, dan tetangga-tetangganya.
Filed under: Tak Berkategori , Nggak Penting, Relationship
Aduhh…jangan gemes-gemes dong sama anak tetangga…ntar si kecil makin takut. Pasti anaknya lucu ya….:D
Wah, pasti pemaksaan kehendak nih..
Hubungan itu sebaiknya dilandasi suka-sama-suka,, iya tho?
Hahaha,, pedekate nya kurang intens tuh
@ rahmawati
Mungkin sebenarnya dia suka juga saya cium mbak, cuma malu kali diliat sama bapak ato ibunya.. hehehe
Pedekate paling intens cuma seminggu sekali, karena saya kerja di luar kota. Mau pedekate pake SMS, telpon, friendster atau YM blom bisa, soalnya anaknya masih 3 tahunan, hehe3