Apalagi yang diberikan orang tua kalau bukan petuah2. Pada sebuah kesempatan, saat saya pulang kampung kemarin, saya banyak mendapatkan petuah dari Pakdhe saya.
Di tengah jaman yang semakin banyak muncul konsep2 kontemporer, memang terkesan konservatif Jawa. Tapi, saya yakin rule of thumb ini masih banyak digunakan di keluarga2 Jawa.
Pakdhe saya memilihkan beberapa petuah, yang memang pas dengan kondisi saya saat ini, yaitu tentang bekerja dan mencari jodoh..
Tentang bekerja :
Temen = Bekerja sungguh-sungguh
Seken = Bekerja tepat waktu
Gemi = Hemat
Nastiti = Cermat
Ati-ati = Hati-hati
Dan tak lupa bahwa kerja itu untuk ngibadah (ibadah).
Tentang jodoh, Pakdhe dengan panjang lebar bercerita tentang pernak-pernik berkeluarga. Jadi ingat dulu jaman sekolah saya sudah kenyang dengan ‘ultimatum’ nggak boleh pacaran, ijasah dulu baru ijab sah dsb. Seneng aku, sekarang keadaan berbalik 180 derajat.
Jadi kalau nyari jodoh, kata Pakdhe, harus melihat :
Bobot = Potensi diri calon nya. Kalo di dunia moderen ya “….. Quotient” nya. Baik itu intelektual, emotional, dan terlebih lagi spiritual nya. Di sini juga termasuk kecantikan lho.
Bibit = Pakdhe saya bukan pendukung teori Darwin, tapi memang keluarga, asal-usul dan silsilah jadi pertimbangan. he
Bebet = Pergaulan si calon, gimana temen2 deketnya, di mana aja tempat mainnya..
Bagi yang nggak suka konservatif ya kayaknya memang ribet bangets. Tapi ya namanya rule of thumbs, bukan hukum alam. Bukan sebuah keniscayaan, tapi hanyalah suatu pertimbangan yang mungkin sudah banyak terbukti secara turun-temurun.
Jadi sangat mungkin untuk tidak berlaku untuk semua orang di semua kondisi.
Filed under: Tak Berkategori , Obrolan
we..e…e..ee, kapan ki arep nikah mas anang, dah dapet petuahnya to…
he..he..he… setuju..setuju…
keadaan siapa? hehehe
wooooo asyikkk mas anang mo nikahhhh
*makan-makan lagi….*
[...] vendy dan Keluarga (sekalian sebagai MC) Bapak Amed dan Keluarga Kang Kabayan dan Keluarga Bapak Anang dan calon Keluarganya Bapak Bharma dan Keluarga Bapak Rifu dan [...]