Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak
Hukum tak tegak, doyong berderak-derak
Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak,
Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza
Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia
Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata
Dan kubenamkan topi baret di kepala
Malu aku jadi orang Indonesia.
# Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Taufik Ismail 2004
Demikian salah satu bait sajak Taufik Ismail. Speechless (aku nggak pandai mengulas sajak..).
Saya jadi tertarik mencari tau beberapa tempat yang ada dalam penggalan sajak itu..
Kapan kesana ya?
Siapa tau pas jalan di tempat2 itu ditanya orang “Where are you come from?”, dan dengan lantang saya jawab, “Indonesia!!”. Haha..
eits, besok ada upacara.. (bagi yang upacara, hehe)


Agustus 16, 2007 pukul 11:35 pm |
perbandingan yang sip.. idenya cerdas sekali…
ga usah diulas tapi kita dah bisa bikin perbandingan dengan jalan ke bungurasih
btw kok ga ada langit rubuh ya
*kaburrr
Agustus 20, 2007 pukul 12:54 pm |
intinya sich “malu aku dengan diri sendiri”