Karena kecapekan jaga di ICU, apalagi setelah waswas gara2 adik, tengah malam itu saya tergeletak di kursi tunggu ICU..
Menjelang mata terpejam terdengar suara bayi menagis.. “oeee’..oeee”..oeee”’….”. Sejenak bulu kuduk merinding, ini suara beneran apa bukan. Di rumah sakit tengah malam yang lengang..
Dengan mata setengah terpejam, sekelebat terbayang kisah2 horor seputar rumah sakit, suster ngesot dkk. Aku lihat kanan kiri, sepi, para penunggu pasien yang off-shift sudah pada tertidur pulas..hiii..
Namun, rasa capek dan ngantuk lah yang menang, rasa horor, dinginnya malam kemarau dan nyamuk2 nakal kalah. Tidur terasa singkat, dan pagi sudah menjelang.
Di pagi yang cerah, ruangan depan ICU terbuka kordennya. Di dalamnya terjejer beberapa inkubator dan keranjang bayi. Wih, ternyata ruang bersalin. Mungkin tadi malam memang ada seorang ibu yang melahirkan. Jadi memang suara bayi beneran, heheheheh..
Bayi mungil itu masih merah, bener2 mungil, saya mengamati dari kaca jendela. Menakjubkan!, aku bener2 terkagum2 sama bayi2 mungil yang baru lahir itu, dan suster manis berjilbab dengan tangan termpil yang merawatnya. Mata bayi mungil itu masih terpejam, sesekali terdengar lengkuhan kecil.
Bener2 inocent, nggak bosan2 aku melihat bayi mungil itu. Melihat manusia kecil tanpa dosa.
Semoga kalian kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah, aamiin.
Filed under: Macanang Poenja , Macanang Poenja
aminnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
*ikutan belakng aja deh sebab yang pertama ikut ketiduran*
Memang senang lihat makhluk2 yang insya Alloh masih bersih dari dosa itu…
Tetapi di lain sisi saya juga malu akan kerak-kerak dosa diri sendiri yang sudah begitu menumpuk
Amiiin..
hehehe,,aku tau rasanya,,ku juga baru punya ponoakan