Terbakarnya Pasar Turi Surabaya mengingatkan saya pada sebuah cerita peristiwa terbakarnya sebuah pasar di kota Ambon. Cerita ini dituturkan oleh senior di kantor yang waktu itu bertugas sebagai kepala sebuah Depot BBM di Ambon.
Critanya, di hari yang naas itu, sebuah pasar yang berjarak hanya beberapa kilometer dari Depot BBM Ambon terbakar. Beberapa unit pemadam kebaran sudah berusaha menakhlukkan api yang menjalar di pasar. Namun, tidak terlihat kendaraan pemadam kebakaran dari HSE (Healt Safety Environment) nya Depot datang membantu memadamkan api di pasar itu.
Melihat hal itu, ada petugas (wah maap nih saya lupa petugas pemadam kebakaran dari mana, kalo gak dari kepolisian ya dari pemda) mendatangi kantor senior saya di Depot BBM, untuk menanyakan kenapa tidak membantu memadamkan api pasar.
Senior saya bercerita bahwa itu adalah sebuah keputusan sulit, di satu sisi dituntut untuk membantu, tapi di sisi lain harus mengikuti prosedur HSE perusahaan, yaitu unit pemadam kebakaran Depot tidak diijinkan keluar Depot. Petugas yang datang menganggap hal itu tidak masuk akal.
Namun, petugas itu diberi sebuah pengertian bahwa sebuah fasilitas penyimpanan bahan flamable seperti BBM sangat membutuhkan pengamanan non stop. Jika Depot BBM terbakar dampaknya jauh lebih luas. Bukan hanya pasar yang terbakar, bahkan kota Ambon bisa terbakar.
Filed under: Macanang Poenja , Macanang Poenja
kemaren ada calon pasangan pengantin yang fotoan2 di depan pasar turi yang terbakar lhoo bwt cover undangannya mereka, katanya sich pasar turi yang udah kebakar itu punya nilai estetika yang tinggi…halahhh
pilihan yang sulit atau ga mau susah ya..
kadang2 kita nih terlalu terperangkap dalam aturan2 yang baku sehingga untuk melakukan sesuatu demi orang banyak aja kita bimbang…. mungkin alasan kemanusia ataupun berani melakukan sesuatu dengan berani bertanggung jawab harus kita tanamkan didiri kita sendiri..
Saya nggak tahu, tetapi Pasar Turi setiap kali diperbarui, terbakar lagi dan ini berulang-ulang. Dulu ada Kantor cabang perusahaan disitu, dan ikut terbakar…setelah itu Pasar Turi dibangun lagi, dan seingatku udah terbakar lagi (2 kali dengan yang ini).
Memang pasar mudah terbakar, oleh karena itu kalaupun perusahaan asuransi mau mengcover pasti biaya pertanggungannya sangat besar….maklum pasar terdiri atas berbagai toko, dan barang-barang dagangan yang tumpah ruah, serta banyak yang menambah kabel-kabel listrik tanpa dirapihkan. Btw, kebakaran kali ini sebabnya apa ya?
Iya Nang, keputusan yang tidak mudah. Aku sebenarnya termasuk orang yang malas dengan aturan
Bukan maksudku berarti tidak menaati peraturan. Cuma, perlu hal-hal mendasar yang dipahami dulu sebelum kita menaati peraturan.
Nah dari penjelasan kamu, sekarang terlihat kan kenapa tidak boleh membantu kebakaran di pasar.