EntAlphY

Icon

sebuah rekreasi dari timur jauh

Ngusir Burung

Burung Pipit Padi yang menguning siap dipanen kadang membangkitkan air liur burung-burung untuk rame-rame bikin hajatan. Waktu saya kecil paling suka kalo suruh nggusak burung yang mau hinggap di padi. Suara ribut kedengeran dari beberapa gubug, kaleng bekas saling bersautan, pak tani dan mbok tani (mas dan mbak nya ada juga), dengan sangat intensif mengusir burung-burung itu.

Padahal, bagi burung, padi tua yang merunduk menguning, penuh dengan bulir gabah adalah tempat yang cocok banget buat silaturahmi atau ntraktir temen-temennya, kalo pas lagi ada yang ultah. Tapi mungkin menurut versi om Darwin, gusak-menggusak burung juga termasuk seleksi alam yang harus dimaklumi sama komunitas burung.. haha.. :mrgreen:

Enggak di sawah aja, burung yang penyakitan (padahan cuma flu biasa) juga jadi objek usiran yang menakutkan. Bagi manusia, flu nya si burung bisa mematikan.

Burung-burung gedhe, yang terbuat dari besi juga enggak luput jadi objek usiran. Contohlah burung besi dari negara Indonesia. Belakangan terdengar berita burung dari Indonesia tidak boleh terbang di Eropa. Malah, barusaja di koran dan tivi, burung dari Indonesia gak boleh terbang di Arab Saudi. Tentusaja banyak orang yang menyayangkan, kok burung kita diusir sak pilot-pilotnya.

Lha kok iso diusir? Ada yang bilang kalo pengusiran itu adalah keputusan yang sepihak aja, karena burung-burung besi itu gak layak terbang (buktinya masih bisa terbang), ditambah lagi peristiwa jatuhnya burung-burung, atau sekedar tergelincir saja. Yang punya wilayah mungkin takut kalau burungnya jatuh di wilayahnya. Atau bisa juga jadi alasan yang dibuat-buat, demi uang tentunya.

Mbuh lah, mungkin orang aviasi di Uni Eropa pernah main ke Adisucipto pas ada burung jatuh, atau gak sengaja denger berita burung jatuh pas mancing di danau Toba, atau ketar-ketir pas bawa mobil di jalanan Indonesia dengan semliwernya kendaraan yang saling serobot plus bunyi klakson yang membahana.. Entahlah.. Padahal kan itu semua kecelakaan. Tapi mungkin saking keminternya orang aviasi nya UE itu, sampe bikin asumsi kalau di setiap kecelakaan selalu ada human error dan system error.. dan tentu saja kehendak Yang Maha Kuasa..

Yang jelas saya lagi nunggu-nunggu, kapan bisa ngredit sepedah montor.. (opo hubungane..) :grin:

Tampak : Burung Pipit bukan burungnya Pipit, ditangkap dari sini.

Filed under: Macanang Poenja ,

9 Responses

  1. Majalah " Dewa Dewi " mengatakan:

    Gw juga seneng sama burung – burung. Lambang keceriaan dan sosial.Apalagi kalo makan, riang dan ngajak – ngajak temen.

    Tp petaninya rugi tu mbak, kalo padinya dibuat kondangan..hehe

  2. vHaLicioUzz mengatakan:

    burung cucak rowo gimana ngusirnya ???? ;)

  3. oim mengatakan:

    biarlah burung-burung itu terbang bebas agar tidak punah dari bumi yang kaya akan flora&fauna

  4. misbah mengatakan:

    teman teman mari kita cegah para pemburu burung yukk!!! agar salah satu ciptaan TUHAN YME ini tidak punah dan kita dapat bangin pagi karna suara suara burung yang merdu itu!!!… bantu aku yach !!!…ok.

  5. misbah mengatakan:

    teman teman mari kita cegah para pemburu burung yukk!!! agar salah satu ciptaan TUHAN YME ini tidak punah dan kita dapat bangun pagi karna suara suara burung yang merdu itu!!!… bantu aku yach !!!…ok.

  6. kiki mengatakan:

    aku benci sama burung burung karna slalu brisik di rumahku kalau pagi hari gangu orang tidur aja!!!…

  7. andreas mengatakan:

    gw plig seneng ma burung
    gmn sih cari artikel burung?

  8. aminin mengatakan:

    burung juga makhluk tuhan, jangan pernah mencoba untuk mengusiknya. biarkan mereka hidup agar bumi tetap tertata dan lestari. hidup burung!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  9. erick mengatakan:

    yo wis lah aku melu .?

Leave a Reply