Tulisan ini khususon buwat Pak Gates. Namun karena saya tidak tahu alamat rumahnya even alamat emailnya, ya akhirnya cuma sekedar konsep. Saya cuma ingin berterimakasih kepada beliau dan meminta maaf.
Foto : Bill Gates dengan Windows pertamanya di awal 80 an.
Surabaya, 30 Juni 2007
Yang Terhormat,
Pak Gates
di Lembah Silikon
USA
Pak Gates,
Dos pundhi kabaripun? sehat-sehat kemawon?.
Sebelumnya perkenalkan nama saya anang, mungkin tidak penting buat anda, diantara jutaan pemakasi Microsoft-nya jenengan. Dengan surat ini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada anda, atas kecerdasan dan kerja keras anda dalam mengembangkan Microsoft menjadi raja software dunia. Bisa kita lihat bagaimana sepak terjang windows mulai versi pertamanya sampai Windows Vista sekarang, MS Office yang dipakai di ribuan bahkan jutaan kantor di seluruh dunia.. selamat pak!!
Dengan surat ini juga perkenankan saya minta maaf, kalau saya tidak pernah jarang beli Microsoft yang original, soalnya mahal. Di negara kami (anda tidak perlu tahu negara mana), mayoritas pemakai Microsoft tidak membeli originalnya, melainkan pirated version. Mungkin anda tidak terkejut kalau saya kasih tau saya dari negara mana.
Penduduk negara kami masih miskin banyak yang belum mampu untuk membeli barang alus macem software jenengan, lebih baik dibelikan sembako (yang harganya makin hari terus naik) untuk kebutuhan sehari hari.
Namun, di sisi lain globalisasi dan himpitan persaingan bebas sudah membanjiri negeri kami, terutama dari negaranya panjenengan dan negara barat lainnya. Tidak ada pilihan, kalau kami tinggal diam akan tertinggal dan tergerus. Maka kami harus mengimbangi dengan kemajuan teknologi informasi juga. Yang ujung-unjungnya ya komputer, yang ujung-unjungnuya ya software masterpiece-nya jenengan, Microsoft.
Mahasiswa-mahasiswa kami, mayoritas dari keluarga miskin, petani, buruh, guru yang bisa dipastikan uang saku bulanannya tidak akan cukup untuk membeli Microsoft original yang masih kinyis-kinyis. Bisa dibayangkan bagaimana bisa bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari negara maju, bahkan negara tetangga jika kami tidak belajar teknologi informasi.
Kenapa tidak pakai Linux aja?, mungkin jenengan akan bertanya begitu pada saya. Kenapa tidak pakai Linux karena… ya susah pakdhe, belajar Linux tu susah, belom lagi masalah kompatibilitasnya. Coba deh jenengan tanya tetangga kanan kiri, pilih pakai Microsoft apa Linux.
Tapi kabar bagus untuk jenengean Pak Gates, di negara kami sekarang sudah mulai sering operasi Windows asli. Warnet-warnet dan kantor-kantor ketakutan kalau tidak memakai Windows aseli, takut kena sweeping. Bahkan saya pernah juga ketakutan karena ada isu sweeping Windows palsu di kos-kosan mahasiswa. Di beberapa tempat di negara kami, khususnya di kota besar, anda akan menjumpai warnet yang dengan bangga memampang “Windows kami Asli” di depan warnet mereka.
Tidak akan berpanjang lebar Pak Gates, intinya saya mau mengucapkan terimakasih dan meminta maaf, mohon Pak Gates bisa memaklumi…
Maturnuwun,
Anang
NB :
Kemarin saya mendapatkan crack vista activator, sudah saya coba dan berhasil, nuwunsewu Pak Gates…
Office 2007 nya juga banyak improvement, terutama kemudahan user interface nya, crack nya sudah banyak beredar Pak Gates, nuwunsewu..
Filed under: Tak Berkategori , Gadget
Wah diamput tenan,
Jebulnya yang nge-crak windo fista itu kawan kamu ya ?
Yaaah mo diapakan lagi Mas, industri software sini gak berkembang karena minimnya dukungan pemerintah dan masyarakat.
Yang jadi masalah mnurut saya sih, kualitas SDM kita sendiri. Coba deh liat, walaupun sdh diterbitkan paket OS Windows XP Starter Pack yang harganya sudah cukup lumayan, tetep aja, apresiasi masyarakat kita tuh terhadap sesuatu tu minim banget. Pasti mereka tetep beli OS b*j*k*n juga. Maunya yang simpel, bahkan kalau adapun pasti maunya yang gratisan. Gak ada sama sekali apresiasi masyarakat kita thd ciptaan orang lain.
Makanya gak usah heranlah kalau smua programmer” handal kita pada lari ke Singapura.
Jadi, IMO, selama kualitas SDM kita gak kunjung membaik, jangan mengharapkan adanya kemajuan.