Lusa malam, waktu saya menjalankan ritual rutin mecari (membeli) makan malem biasanya saya berjalan menyusuri jalan (m)Bedul Merisi Wonokromo. Waktu itu saya berpapasan dengan becak dengan tulisan besar di kursi penumpang S.O.S (sayang saya tidak punya foto-nya). Sang pengemudi bapak-bapak sudah tua, yang mungkin sudah banyak experience dalam dunia perbecakan..
Entah maksud bapak itu apa menuliskan S.O.S besar di kursi penumpangnya. S.O.S (save our soul) yang semacam teriakan desperately minta tolong ini, keliatannya match banget sama dunia perbecakan di tanah air, dunia becak mulai terpinggirkan.
Klop dengan pengalaman sendiri setiap pulang kampung. Setelah turun dari bis, saya langsung di serbua oleh minimal 3 atau 4 becak-ers.. seperti biasa saya hanya bisa nyengir gak jelas menghadapi gencarnya tawaran mereka untuk mencicipi jasa mereka. I can’t say anything, saya sebenernya gak tega menolak tawaran mereka. Namun, seperti yang juga para becak-ers itu tahu, saya dan se-ombyok penumpang bis lain yang turun di situ kebanyakan sudah di jemput sodara atau teman mereka, alih-alih naik becak ke rumah. Sedangkan di tempat itu ada kira-kira ada sekitar belasan becak yang nganggur nunggu penumpang.., sebagian malah sudah terlelap di atas becak mereka. Pemandangan yang sudah tidak sama dengan waktu saya kecil dulu.
Dengan teknologi SMS, saya cukup mudah untuk memberitahukan orang rumah, minta tolong untuk di jemput dengan sepeda motor.. becak? hmm… kalo ada sepeda motor ngapain.. Ojek dan Becak bermotor ..akan jadi pilhan selain becak, tahu sendiri, lebih cepat sampai rumah..
Setelah becak verboden di Jakarta, kurang laku di daerah saya dan mungkin di daerah lain, apakah becak bakal tenggelam? mungkin ya dan mungkin tidak. Rejeki tukang becak saya ndak tahu.. Tetap saja ada penggemar, ada ibu-ibu yang biasa kulakan sayur atau barang di pasar yang punya langganan becak sendiri, ojek gak mampu dong ngangkat barang banyak. Ato wisatawan di Malioboro yang pengin klangenan jalan-jalan keliling pakai becak, dan mungkin masih banyak celah-celah rejeki yang lain buat becak-ers..
Filed under: Tak Berkategori , Jalan-jalan
oo ini tulisan pertama ya..
btw lama2 becak bisa jadi tunggangan elitis lho..
hanya sebagian kecil aja orang yang bisa naek becak